The Merchant: Gaekju 2015 – Menilik Pedagang Era Joseon

Tag

, , , , , , ,

credit: AsianWiki

credit: AsianWiki

Judul: The Merchant: Gaekju 2015 (장사의 신 – 객주 2015)
Sutradara: Kim Jong-Sun
Genre: drama, sejarah
Stasiun TV: KBS2
Waktu siar: Rabu dan Kamis
Tanggal Rilis: 23 September 2015 s.d. 18 Februari 2016
Jumlah episode: 41 episode

Drama sageuk ini mengisahkan kehidupan para pedagang di masa Joseon. Mengambil cerita inti dari Chunga Gaekju, sebuah perkumpulan pedagang dari kota Song-do, provinsi Gae-seong. Gaekju ini dimiliki oleh Chun Oh-Su (Kim Seung-Su) dan dipimpin oleh Gil Sang-Moon (Lee Won-Jong). Komoditas mereka adalah heuk-choong (teripang kering).

Chunga Gaekju adalah satu-satunya gaekju yang diberi izin untuk masuk ke Chaek-moon-jang-shi, sebuah gelaran festival perdagangan internasional yang digelar di wilayah perbatasan Joseon—Cina. Setelah sebelumnya selama tiga tahun berturut, pasar Chaek-moon dibuka secara terbatas, pada kesempatan itu Chunga Gaekju dapat ikut serta demi memperluas jaringan dagang. Baca lebih lanjut

Iklan

Sejenak Bersama Brian Crain

Tag

, , , ,

Apa yang dapat saya lakukan bila sedang suntuk dengan aktivitas di redaksi? Biasanya saya buka YouTube sekadar mencari musik yang menenangkan. Nah, pernah suatu ketika saya benar-benar pingin dengar suara instrumen piano. Just instrument, no additional voice! Setelah mengetikkan kata kunci piano instrument muncullah beberapa rekomendasi dari YouTube. Salah satunya Brian Crain. Satu, dua, lima lagu diputar, dan saya meleleh dibuatnya. Alunan nadanya yang syahdu membuat saya membayangkan seriusnya pianis ini menarikan jemarinya di atas tuts piano. Suka!

Jadi, siapakah dia Brian Crain?

Brian Crain, piano instrumental

Pianis dan komposer asal Amerika Serikat ini lahir di Hollywood, California. Baca lebih lanjut

Bertualang Bersama Sherlock Holmes

Tag

, , , , , , , , , , , , ,

 

Membaca Sherlock Holmes

Baru-baru ini saya memulai kembali petualangan membaca novel detektif asal Inggris, Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Saya menikmati segala hal berbau Sherlock Holmes awalnya justru dari film, baru kemudian membaca versi novelnya (online). Benar, terbalik; tetapi begitulah yang terjadi. Entah. Yang pasti, saya perlu berterima kasih diberi “kesempatan” untuk lepas dari ponsel android hampir sebulan terakhir dan kembali menggunakan ponsel jadul (yang meski bukan android, Alhamdulillah-nya telah berteknologi internet Edge).

Nama situs ini Sherlock Holmes (Beta). Sudah berupa terjemahan dalam bahasa Indonesia, jadi tidak akan terlalu sulit untuk memahami cerita. Saya membaca juga versi asli dalam bahasa Inggris (dari situs lain), tetapi karena banyak istilah yang agak memusingkan; saya tinggal sejenak untuk menikmati versi terjemahannya. Saya perlu have fun, bukan justru menambah stres. 😛  Baca lebih lanjut