Tag

, , , , , , , ,

The Adventures of Tintin. The Secret of the Unicorncredit

Judul film: The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn
Sutradara: Steven Spielberg
Genre: animasi, petualangan, aksi
Produksi: Columbia Pictures, Paramount Pictures, Amblin Entertainment
Tahun rilis: Desember 2011 (Amerika Serikat)
Durasi: 107 menit

Suatu hari Tintin membeli replika kapal Unicorn dari seorang pedagang di pasar barang antik. Saat Unicorn berpindah tangan, seorang pria misterius mendekat dan memperingatkan Tintin bahwa hidupnya dalam bahaya. Namun, Tintin tak lantas percaya. Ia tak menggubris. Datang lagi seorang pria, Mr. Sakharine, hendak membeli replika tersebut dengan harga dua kali lipat. Tintin tetap pada pendiriannya, membawa replika Unicorn pulang ke apartemennya.

Sesampainya di apartemen, sebuah insiden terjadi. Anjingnya, Snowy, mengejar seekor kucing dan merusak replika Unicorn. Tanpa sepengetahuan Tintin, ada bagian dari replika yang terjatuh, sebuah tabung kecil. Benda itu menggelinding dan terselip di bawah meja.

Demi memenuhi rasa ingin tahunya, Tintin pergi ke perpusakaan unuk mencari informasi soal Unicorn. Dari buku sejarah pelayaran yang ia baca, Unicorn adalah kapal yang dinakhodai oleh kapten terakhir, Sir Francis Haddock. Unicorn berlayar dari Barbados pada tahun 1676, diserang perompak, dan tak pernah berlabuh di Eropa. Hanya kapten kapal yang selamat kala itu.

Informasi lain yang ia dapat, selain membawa muatan rum dan tembakau, Unicorn diduga juga membawa kargo rahasia. Sayang, para ahli sejarah masih belum dapat memecahkan teka-teki tersebut; seperti juga misteri di balik kata-kata terakhir Sir Francis, “Hanya Haddock sejati yang akan menemukan rahasia Kapal Unicorn.”

Rasa penasaran Tintin kian menjadi. Insting jurnalisnya menggiring ia menelusur bukti. Ia merasa harus melihat replika kapal tersebut lebih dekat. Namun, sekembalinya Tintin ke apartemen, replika Unicorn telah hilang! Siapa yang berani mencuri replika kapal tersebut?

Di tengah rasa penasaran, ia pun melanjutkan penelusuran. Tak berapa lama, Tintin berhasil menemukan puri milik keluarga Haddock, Puri Marlinspike. Ia berusaha masuk. Di dalam, ia menemukan sebuah replika kapal Unicorn. Ia pikir itulah replika miliknya yang dicuri. Rupanya, bukan. Replika tersebut masih utuh. Mr. Sakharine—pemilik baru Puri Marlinspike—ialah si empu replika kapal itu. Jika Mr. Sakharine telah memiliki sebuah replika Unicorn, untuk apa ia hendak membeli replika milik Tintin? Sayang, rasa penasaran Tintin justru membuat Mr. Sakharine curiga dan mengusir Tintin dari puri.

Sepulangnya ke apartemen, Tintin kaget karena kamarnya telah diobrak-abrik. Kata-kata si pria misterius di pasar sepertinya benar-benar menjadi kenyataan. Tintin menjadi sasaran perburuan. Itu terbukti ketika beberapa menit kemudian si pria misterius menggedor pintu apartemen dan memperingatkan Tintin soal sesuatu yang mengancam nyawanya. Namun, belum sempat ia mengatakan siapa yang memburu Tintin, si pria misterius yang ternyata agen Interpol tersebut dibombardir tembakan. Ia tewas tepat di muka pintu apartemen. Sebuah pesan ditinggalkan dari jejak darahnya di atas koran yang ia pegang, Karaboudjan.

Tintin masih dirundung penasaran, saat segerombol pria tak dikenal memasukkan ia dengan paksa ke sebuah peti bertuliskan Karaboudjan. Karaboudjan? Kata yang sama persis dengan pesan si agen Interpol. Jadi, apa sebenarnya maksud pesan Karaboudjan? Mengapa Tintin diculik? Siapa dalang di balik penyerangan si agen interpol? Bagaimana nasib Tintin? Apakah ia berhasil menemukan Haddock sejati dan mengungkap rahasia kapal Unicorn? Penasaran? Silakan menonton sendiri kelanjutan fim yang diadopsi dari The Adventures of Tintin karya Hergé ini, ya. 😉

Ok, sedikit komentar …. Seri petualangan Tintin ini, berbeda dengan yang biasa saya tonton saat saya masih kanak-kanak. Dulu saya menikmati serial Tintin dalam versi kartun, tetapi kali ini tidak. Sekilas penampakan tokoh-tokohnya mirip dengan manusia asli. Mata saya nyaris terkecoh ketika pertama kali memperhatikan rupa si Tintin. Manusia asli atau bukan, sih? Rupanya, bukan. Fim ini menggunakan perpaduan animasi yang nyaris nyata.

Paduan semacam ini pernah saya lihat di film lain hasil garapan si sutradara, Steven Spielberg: Jurrasic Park. Proses perpaduannya sungguh detail, apalagi saat scene di tengah lautan. Pantas jika film ini memenangkan 21 penghargaan dan 43 nominasi penghargaan, salah satunya nominasi Oscar tahun 2012 untuk kategori Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score. Well, 7,5 dari 10 bintang saya apresiasikan untuk The Adventures of Tintin: The Secret of the Unicorn.

 

Iklan