Tag

, , , , , , ,

Dia, Nonier

Judul: Dia
Pengarang: Nonier
Penyunting: Ayuning
Jumlah halaman: viii + 300 halaman
Cetakan: Kelima, 2011
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-395-3

Namanya Denia. Kedekatannya dengan Janu sejak duduk di bangku sekolah dasar, tak urung membuahkan keakraban tersendiri. Curhat, ngobrol lama, belum lagi hobi mereka bertanding tenis … itu, merekatkan mereka. Namun, seakrab apapun mereka berdua, Janu bukan saudara kandung Denia. Denia lebih suka menganggap Janu sebagai kakak lelaki; sekalipun itu berarti mengingkari suara hatinya sendiri.

Suara hati itu tetap saja diingkari Denia ketika Janu memberi kabar soal pertunangannya dengan seorang model asal ibukota; seolah ia tak patut mencintai orang yang telah dianggap seperti kakak sendiri. Janu pun tak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Denia. Jadi, bagaimana Denia bakal tahu? Ia tak punya pilihan, selain memendam cintanya kepada Janu, apapun yang terjadi.

Maka, daripada energi dan airmatanya terkuras habis melihat kebahagiaan Janu dengan perempuan lain, ia memilih untuk tak menghadiri pertunangan Janu. Sayangnya, Denia tak bisa menolak ketika Tante Rika, yang tertinggal rombongan keluarga, meminta untuk ditemani ke Jakarta. Dengan terpaksa Denia meng-iya-kan permintaan Tante Rika.

Sesampai di Jakarta, urusan Denia justru malah makin rumit. Secara tidak sengaja, kedatangan Denia ke pesta pertunangan Janu, menjadi gerbang pertemuannya dengan Saka. Sejak itu hidupnya seolah dimata-matai oleh si fotografer itu. Siapa sebenarnya Saka? Apa yang ia inginkan dari Denia? Bagaimana Denia berkelit menghadapi “paparazi” dadakan itu? Bagaimana pula Denia berusaha menghapus Janu dari hatinya? Temukan semua jawabannya di novel Nonier ini.

***

Katakan saja novel Dia ini termasuk lawas, tetapi bagi saya yang baru-baru membacanya, saya tak ketinggalan pesan pentingnya. Saya seolah dibawa masuk ke dalam hidup seorang gadis masa kini yang terjebak pada rasa cinta tak terungkap. Ya, fenomena “kakak-adik ketemu gede”, saya pikir tak hanya kejadian di dunia Janu –Denia. Sebagai perempuan yang pernah bersinggungan dengan kisah nyata serupa; inspirasi yang dituliskan Nonier ini membuat saya sebagai pembaca bisa lebih larut merasakan apa yang dirasakan Denia. Ditambah lagi dengan klimaks-antiklimaks yang beberapa  kali dimunculkan dalam cerita ini, hmm … cerdas!

Dilihat dari sampul pun, saya perhatikan bahwa sebagian ide cerita berhasil dikodekan dengan tiga batu berbentuk hati yang ditumpuk secara tak beraturan. Rupanya memang benar; tak hanya satu, tetapi ada tiga Dia yang menjadi sorotan dalam novel ini: Janu, Denia, dan Saka.

Hal lain yang saya lihat khas novel ini adalah kegiatan salah satu tokoh yang digambarkan sebagai partisipan kegiatan cinta lingkungan. Secara tak langsung Nonier menyisipkan pesan hijau ini kepada para penikmat Dia. Ah, ini ide bagus! Siapa tokoh keren yang saya maksud tadi? Temukan dia di novel Dia.

Well, setelah menikmati kelokan alur kisah Dia, overall, empat dari lima bintang saya apresiasikan untuk Dia dan Nonier. 😉

 

Iklan