Tag

, , , , , , , , , ,

The Throne, Sado, sageuk, Korean film

credit: AsianWiki

Judul film: Sado/The Throne
Sutradara: Lee Joon-Ik
Genre: drama, sejarah
Distributor: Showbox/Mediaplex
Tanggal rilis: 16 September 2015 (Korea Selatan)
Durasi: 125 menit

Tersebutlah Raja Yeongjo (Song Kang-Ho), memerintah kerajaan Joseon pada abad ke-18. Raja Yeongjo memiliki seorang Putera Mahkota (Yoo Ah-In) yang menderita tekanan mental. Karena penderitaan itu, ia sering berbuat di luar nalar. Sebagai hukuman atas perbuatan Putera Mahkota, raja mengurung ia di dalam peti beras.

Sebenarnya Putera Mahkota terlahir dengan bakat yang cemerlang. Sayangnya, bakat yang dimiliki oleh anak semata wayang itu melambungkan ambisi sang ayah. Di usia balita Putera Mahkota harus belajar di Sigang-won untuk menghapal kitab Hogyeong. Di usia 10 tahun, ia dinikahkan. Di usia masih senang bermain, ia dibebani dengan banyak sekali tuntutan ayahnya untuk terus menerus belajar, membaca buku, dan menghapal. Menurut ayahnya, bermain adalah kesenangan sesaat, sementara belajar adalah kesenangan seumur hidup. Meskipun Putera Mahkota lebih menyukai dunia seni, sebagai penerus tahta, mau tak mau ia harus mengikuti aturan istana. 

Tekanan mental yang disandang oleh Putera Mahkota, berawal dari penunjukannya sebagai wali audiensi (daelicheongjeong). Pada awalnya ia dinilai baik dalam menjalankan tugas ini. Namun, penilaian sang ayah bergeser karena beberapa keputusan Putera Mahkota dianggap tidak sesuai dengan keinginan ayahnya. Mulailah sang ayah mencampuri urusan pengambilan keputusan. Hal inilah yang membuat langkah Putera Mahkota goyah.

Ketika Putera Mahkota mengaku tak sanggup melanjutkan kewajibannya sebagai wali audiensi, sang ayah bukannya menyemangati, malah seringkali menyindir dan mengatakan bahwa anaknya tidak becus memimpin. Lama kelamaan perlakuan sang ayah melukai harga diri Putera Mahkota dan menyebabkan konfrontasi terbuka. Hubungan ayah-anak pun berantakan karena urusan tahta. Ingin tahu seperti apa kelanjutan cerita Sado/The Throne? Silakan menonton trailer-ya dulu, ya! 😀

Dalam film bernuansa gloomy ini, saya mengamati seperti apa proses menjadi seorang Putera Mahkota di masa Dinasti Joseon. Setiap anggota kerajaan, termasuk anak raja, dituntut untuk selalu patuh terhadap aturan istana yang ketat. Sayang sekali, fokus mempersiapkan calon penerus raja justru mengakibatkan pengabaian terhadap kesehatan mental Putera Mahkota. Pada akhirnya, hal ini berakibat fatal di masa depannya.

Film sageuk yang masuk sebagai salah satu film terbaik tahun 2015 di Korea ini berhasil menyabet 5 penghargaan dan 12 nominasi, satu di antaranya untuk kategori Best Actor pada Blue Dragon Awards (2015) yang dimenangkan oleh Yoo Ah-In. Totalitas aktingnya di Sado memang layak diacungi jempol. Dari beberapa drama ber-genre sageuk yang pernah saya nikmati (sedari Sungkyunkwan Scandal (2010), Jang OkJung (2013), lalu film Sado), saya melihat peningkatan kemampuan akting aktor kelahiran 1986 ini.

O ya, Sado sepertinya menjadi jawaban atas keheranan saya mengapa So Ji-Sub diikutsertakan dalam film ini sebagai cameo. Berperan sebagai Raja Jeongjo (anak dari Putera Mahkota), So Ji-Sub mencuri perhatian saya, terutama karena saya belum pernah melihat ia berakting dalam film/drama sageuk. Sebelumnya, saya pernah mengira Yoo Ah-In adalah So Ji-Sub muda saat ia berperan sebagai Moon Jae-Sin di Sungkyunkwan Scandal. Bisa jadi, kemiripan garis wajah antara dua aktor inilah yang membuat mereka dipertemukan di film ini. Overall, 7.5 dari 10 bintang, saya sematkan untuk Sado.

Iklan