Tag

, , , , ,

Hai, Sahabat! Kalau kalian penyuka musik indie, tentu pernah mendengar band bernama Payung Teduh. Grup musik yang lahir pada akhir tahun 2007 silam ini mulanya digawangi oleh dua sahabat: Mohammad Istiqamah Djamad (Is – gitar dan lead vocal) dan Comi Aziz Kariko (Comi – double bass). Seiring kesadaran bahwa mereka perlu membubuhkan warna lain, yang lebih kaya; maka digandenglah Ivan Penwyn (Ivan – ukulele) dan Alejandro Saksakame (Cito – drum). 

Hingga saat ini Payung teduh telah menelurkan dua buah album. Yang pertama bertajuk Payung Teduh, rilis pada akhir tahun 2010. Album perdana ini berisi 10 lagu:

1. Angin Pujaan Hujan
2. Resah
3. Cerita Tentang Gunung dan Laut
4. Berdua Saja
5. Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan
6. Malam
7. Kucari Kamu
8. Tidurlah
9. Kita adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan
10. Amy

Album kedua, Dunia Batas, rilis tahun 2012. Album ini terdiri dari delapan lagu:

1. Berdua Saja
2. Menuju Senja
3. Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan
4. Rahasia
5. Angin Pujaan Hujan
6. Di Ujung Malam
7. Resah
8. Biarkan

Jika dicermati, ada sebuah lagu yang sama di kedua album di atas: Untuk Perempuan yang Sedang di Pelukan. Saya sendiri heran, tapi memang lagu tersebut termasuk favorit saya. Bisa jadi banyak juga yang suka dengan lagu tersebut di luar sana. Sahabat mungkin salah satunya. 😉

Sepengamatan saya, lagu-lagu dan musik yang ditawarkan Payung Teduh beda dengan grup musik lainnya. Ada sentuhan jazz, keroncong, dan musik orkes tahun 60-an. Saya lebih suka menyebutnya sebagai ‘puisi bernada’ a la Payung Teduh. Mengapa? Karena saat menikmati lagu-lagu mereka, saya merasakan sentuhan rima yang kentara di tiap lagu.

Bukan itu saja, ada makna tersirat di balik liriknya yang bisa diinterpretasikan menjadi beberapa makna. Semacam memaknai puisi. Mengingatkan saya pada pelajaran zaman saya duduk di bangku sekolah menengah pertama: mem-parafrase-kan puisi. 😀 Boleh jadi sentuhan ini ada karena mereka bermula dari dunia teater. Ya, Teater Pagupon di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.

O ya, bagaimana pertama kalinya saya bisa kenal dengan lagu-lagu Payung Teduh? Beberapa tahun lalu, saat saya memulai beraktivitas dan terombang-ambing di lautan SoundCloud, tanpa sengaja mendengarkan lagu-lagu mereka. Asyik, pikir saya. Pantas jika banyak yang repost. Saya berharap, semoga karya grup musik yang pernah mendapat nominasi AMI Award 2013 untuk kategori Karya Produk Alternative Terbaik ini akan terus mewarnai dunia musik Indonesia.

Well, yang belum kenal dan ingin berkenalan dengan Payung Teduh, bisa mendengarkan secara online di official SoundCloud-nya berikut ini:

 

Catatan:
Saya dengar tahun 2015 lalu, Payung Teduh merilis sebuah lagu berjudul Masa Kecilku. Semoga tidak lama lagi, album berikutnya menyusul dirilis, ya. (Aamiin)

Iklan