Tag

, , , , , , , , , , , , ,

 

Membaca Sherlock Holmes

Baru-baru ini saya memulai kembali petualangan membaca novel detektif asal Inggris, Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle. Saya menikmati segala hal berbau Sherlock Holmes awalnya justru dari film, baru kemudian membaca versi novelnya (online). Benar, terbalik; tetapi begitulah yang terjadi. Entah. Yang pasti, saya perlu berterima kasih diberi “kesempatan” untuk lepas dari ponsel android hampir sebulan terakhir dan kembali menggunakan ponsel jadul (yang meski bukan android, Alhamdulillah-nya telah berteknologi internet Edge).

Nama situs ini Sherlock Holmes (Beta). Sudah berupa terjemahan dalam bahasa Indonesia, jadi tidak akan terlalu sulit untuk memahami cerita. Saya membaca juga versi asli dalam bahasa Inggris (dari situs lain), tetapi karena banyak istilah yang agak memusingkan; saya tinggal sejenak untuk menikmati versi terjemahannya. Saya perlu have fun, bukan justru menambah stres. 😛 

Jadi, novel online ini bisa diakses selagi kita memiliki akses internet? Setidaknya untuk ponsel berteknologi 2G sudah, saya belum membuktikan dengan ponsel berbasis GPRS.

Ada berapa versi yang tersedia? Tiga: HTML, PDF, dan Mobile (PRC). Saya sendiri lebih menikmati membaca versi HTML karena si ponsel 2G tidak bisa membaca PDF. Selain itu, menurut saya, ribet mengunduh file PDF karena biasanya tak dapat mengunduhnya dalam satu langkah. Lebih nyaman menyematkan bookmark pada tautannya. Jadi, anytime saya perlu mengulas atau membaca kembali, saya tinggal klik.

O ya, saya pernah juga mengunduh novel ini dari sebuah aplikasi pustaka Oodles. Hanya karena ponsel android saya masih di bengkel, saya belum sempat menyelesaikannya. Aplikasi ini hanya menyediakan e-book dalam versi aslinya bahasa asing (setahu saya, bahasa Inggris). Sejauh pengalaman saya dengan Oodles, e-book yang telah diunduh bisa dibaca saat ponsel sama sekali tidak terkoneksi internet. Saya sendiri biasanya membaca dalam kondisi ponsel air plane mode on untuk menghemat baterai.

 

Menonton Sherlock Holmes: Antara Klasik dan Kekinian

Ketertarikan saya terhadap Sherlock Holmes bermula pada tahun 2009. Ketika itu seorang adik angkatan (Maylia) mengajak saya  menonton film Sherlock Holmes (dibintangi oleh Robert Downey Jr. dan Jude Law). Penjiwaan sang aktor yang benar-benar membuat saya memberi dua jempol, juga akhir cerita yang menggantung memompa rasa melit dalam diri. Iyes, saya dilanda kemal—kepo maksimal.

Ugh! Padahal yang namanya menanti sambungan film, saya perlu bersabar, sangat bersabar. Maka, ketika saya mendengar kabar bahwa BBC memproduksi juga Sherlock (dibintangi oleh Benedict Cumberbatch dan Martin Freeman); saya pun rela menonton versi kekiniannya sebelum menonton lanjutan kisah Sherlock—Robert Downey Jr.. Ingin tahu saja seperti apa perbedaan latar waktu yang sangat kentara itu mempengaruhi versi cerita. Pede sekali saya, padahal kala itu pun saya belum pernah membaca sedikitpun novel aslinya. Yang jelas, dari film pertama saya paham bahwa latar waktu aslinya adalah tahun 1800-an.

Sherlock BBC

credit: IMDb

Jadi, apa yang terjadi setelah menonton Series 1 (2010), Series 2 (2012), sampai Series 3 (2014) secara berurutan? Saya akui, saya terpesona dengan kemampuan akting Benedict Cumberbatch—alasan ini juga yang membuat saya mengikuti film lain yang dia bintangi. Saya melihat gaya yang benar-benar berbeda, teknologi terutama … dan itu menjadi sentuhan baru yang menyegarkan. Sherlock klasik menggunakan telegram untuk komunikasi cepat; Sherlock kekinian menggunakan ponsel pintar. dr. Watson klasik menggunakan mesin ketik untuk mengabadikan petualangan bersama partnernya; dr. Watson kekinian menggunakan blog. Era berubah, tetapi inti cerita tidak jauh bergeser dari patron. Salut dengan pendalaman peran dan pengembangan ide cerita di versi kekinian.

Mengalihkan pandang saya ke masa kini, tidak begitu saja membuat saya lupa akan lanjutan kisah petualangan Robert Downey Jr. dan Jude Law. Sherlock Holmes: A Game of Shadows dirilis tahun 2011, tetapi baru bisa saya nikmati beberapa tahun kemudian. *ouch, ketinggalan sekali, but it’s fine hahaha. 😆

Sherlock Holmes: A Game of Shadows

credit: IMDb

Dalam film kedua tersebut, banyak laga yang lebih sering muncul, ada pula perjalanan seru antarkota—antarnegara (Inggris, Perancis, Jerman, Swiss). Meskipun sosok Moriarty (musuh Sherlock Holmes) digambarkan jauh berbeda dengan versi kekinian, saya tetap melihat sisi jahatnya. Kalau boleh saya tambahkan “sangat”, sehingga menjadi “sangat  jahat” karena memang dialah otak di balik “permainan” yang disebut di dalam judul film ini.

Moriarty di depan publik dikenal sebagai seorang ilmuwan berwibawa dan cinta damai; tetapi siapa yang tahu bahwa sisi lain hidupnya sangat gelap. Ia memiliki perusahaan senjata di Jerman, menjadi sponsor terorisme dan perang di berbagai belahan dunia, lalu dengan santai menghimpun uang penjualan senjata ke dalam kantong pribadinya. Betapa keji! Pantas saja jika Holmes dkk mati-matian menghentikan kejahatan Moriarty.

Well, seperti film sebelumnya, akhir cerita film kedua ini menjadi penuh tanda tanya (meski awalnya membikin sedih lantaran adegan adu tinju yang berakhir dengan lompatan duet Holmes-Moriaty ke dalam air terjun Reichenbach, Swiss). Saya pikir akan sampai di situ saja petualangan Robert Downey Jr.-Jude Law, sampai saya melihat sesosok pria dalam balutan kostum kamuflase muncul dari sofa. Itu Holmes dengan kostum kembang-kembang menyerupai motif sofa. Ya ampun! 😆 Benar, saya tergelak di akhir cerita, tentu saja masih dengan harapan segera menonton lanjutan film ini. Kapan? Saya sendiri sejauh ini masih terus mencari tahu. Kabarnya 2020, tapi entahlah.

O ya, tahun 2016 lalu versi film dari karakter BBC Sherlock dirilis, berjudul The Abominable Bride; disusul kemudian Series 4 dari BBC Sherlock dirilis tahun 2017. Bagi Sahabat yang belum nonton The Abominable Bride, silakan lihat trailer-nya berikut ini.

 

Film Sherlock Holmes dari Masa ke Masa

Sembari menunggu aksi lanjutan versi Robert Downey Jr., saya iseng melakukan penelusuran melalui kanal YouTube. Tidak mungkin jika novel legendaris dari abad ke-19 tersebut sebelumnya belum ada yang mengadopsinya menjadi film. Saya ingin tahu seperti apa perkembangan pembuatan film adopsi novel ini dari tahun ke tahun. Apa yang terjadi?

Banyak sekali ternyata. Berdasar pencarian saya, tahun tertua 1921 dan yang terbaru mungkin baru Series 4 BBC Sherlock, ya. Kalau ada yang ingin menambahkan, silakan lhoo… nanti akan saya update postingan ini dengan senang hati. 😀

Oke, Sherlockians … ini dia beberapa tautan film Sherlock Holmes selain yang telah saya sebut sebelumnya dari masa ke masa. Kalau kurang, silakan dicari sendiri, ya. Use your deduction, please. 😉

Tahun 1921 Sherlock Holmes (diperankan oleh Eille Norwood dan Hubert Willis)

Tahun 1931 Sherlock Holmes: The Sliping Cardinal (diperankan oleh Arthur Wontner dan Ian Fleming)

Tahun 1931 The Speckeld Band (diperankan oleh Raymond Massey dan Athole Stewart)

Tahun 1933 Sherlock Holmes: A Study in Scarlet (diperankan oleh Reginald Owen dan Warburton Gamble)

Tahun 1939—1946 Sherlock Homes Film Series (diperankan oleh Basil Rathbone dan Nigel Bruce)

Tahun 1954 Sherlock Homes TV Series (diperankan oleh Ronald Howard dan H. Marion Crawford)

Tahun 1959 The Hound of the Barskervilles (diperankan oleh Peter Cushing dan Christopher Lee)

Tahun 1962 Sherlock Holmes and the Deadly Necklace (diperankan oleh Christopher Lee and Thorley Walters)

Tahun 1968 Sherlock Holmes – The Sign of Four (diperankan oleh Peter Cushing dan Nigel Stock)

Tahun 1976 Sherlock Holmes in New York (diperankan oleh Roger Moore dan Patrick Macnee)

Tahun 1980 Sherlock Holmes and Dr.Watson: A Motive for Murder (diperankan oleh Geoffrey Whitehead dan Donald Pickering)

Tahun 1981 Sherlock Holmes: The Strange Case of Miss Alice Faulkner (diperankan oleh Frank Langella dan Richard Woods)

Tahun 1983 The Hound of the Baskervilles (diperankan oleh Ian Richardson dan Donald Churchill)

Tahun 1984-1985 The Adventures of Sherlock Holmes (diperankan oleh Jeremy Brett dan David Burke)

Tahun 1987 The Return of Sherlock Holmes (diperankan oleh Michael Pennington dan Margaret Colin)

Tahun 1988 Without a Clue (diperankan oleh Michael Caine dan Ben Kingsley)

Tahun 1993 1994 Baker Street: Sherlock Holmes Returns (diperankan oleh Anthony Higgins)

Tahun 2002 The Case of the Whitechapel Vampire (diperankan oleh Matt Frewer dan Kenneth Welsh)

Tahun 2003 The Real Sherlock Holmes: dr. Joseph Bell (film dokumenter, inspirasi lahirnya tokoh Sherlock Holmes)

Spesial – Sherlock Holmes versi animasi:

Sherlock Holmes and a Study in Scarlet

Sherlock Holmes and the Baskerville Curse

Sherlock Holmes and the Valley of Fear

Sherlock Holmes and the Sign of Four

Sherlock Holmes in the 22nd Century:
1-1) The Fall and Rise of Sherlock Holmes
1-2) The Crime Machine
1-3) The Hounds of The Baskervilles
1-4) The Adventure of The Empty House
1-5) The Crooked Man
1-6) The Adventure of The Deranged Detective
1-7) The Adventure of the Sussex Vampire Lot
1-8) The Scales of Justice
1-9) The Resident Patient
1-10) The Sign of Four
1-11) The Adventure of the Dancing Men
1-12) The Musgrave Ritual
1-13) The Adventure of the Blue Carbuncle
1-14) Silver Blaze
1-15) The Five Orange Pips
1-16) The Red-Headed League
1-17) The Man with the Twisted Lip

Sherlock Holmes in the 22nd Century:
2-1) The Secret Safe
2-2) The Adventure of the Second Stain
2-3) The Adventure of the Engineer’s Thumnb
2-4) The Gloria Scott
2-5) The Adventure of the Six Napoleons
2-6) The Adventure of the Creeping Man
2-7) The Adventure of the Beryl Board
2-8) The Adventure of the Mazarin Chip
2-9) Century A Case of Identity

Happy watching, Pals. 🙂