Tag

, , , ,

Apa yang dapat saya lakukan bila sedang suntuk dengan aktivitas di redaksi? Biasanya saya buka YouTube sekadar mencari musik yang menenangkan. Nah, pernah suatu ketika saya benar-benar pingin dengar suara instrumen piano. Just instrument, no additional voice! Setelah mengetikkan kata kunci piano instrument muncullah beberapa rekomendasi dari YouTube. Salah satunya Brian Crain. Satu, dua, lima lagu diputar, dan saya meleleh dibuatnya. Alunan nadanya yang syahdu membuat saya membayangkan seriusnya pianis ini menarikan jemarinya di atas tuts piano. Suka!

Jadi, siapakah dia Brian Crain?

Brian Crain, piano instrumental

Pianis dan komposer asal Amerika Serikat ini lahir di Hollywood, California. Kemampuannya mengkomposisi lagu berawal dari kebiasaannya bersiul sejak kecil. Pada usia 6 tahun orangtuanya membelikan Brian Crain sebuah baby grand piano karena mereka menyadari bahwa putranya memiliki bakat di bidang musik. Mereka berharap piano tersebut dapat memudahkan Brian mencipta lagu. Namun, uniknya, Brian tetap melanjutkan kebiasaannya bersiul.

Pada usia 10 tahun Brian mulai mengikuti les piano. Sayangnya, ia cepat sekali bosan dengan pelajarannya, sehingga ia tak lagi meneruskan les piano. Menurutnya les piano mengurangi waktunya berlatih baseball, olahraga kesukaannya. Di tengah-tengah latihan baseball, ia masih saja meneruskan kebiasaannya bersiul. Ia bahkan bermimpi menjadi seorang pemain baseball profesional sembari membawakan lagu ciptaan sendiri dengan cara bersiul. Btw, Sahabat yang penasaran, silakan mampir ke website-nya: www.briancrain.com.

Unik sekali ya kisah Brian kecil. Unik dan kreatif, menurut saya. Menjadi komposer memang harus begitu.

O ya, dari hasil penelusuran kanal YouTube, sejauh ini Brian Crain telah menelurkan beberapa album, di antaranya A Light in the Trees (1996), Morning Light (1997), A Changes of Seasons (1998), A Traditional Christmas (1998), A Simple Life (1999), Northern Sky (2000), Inside the Melody (2001), Sienna (2003), Brian Crain and the BC String Ensemble (2004), Spring Symphonies (2005), Piano and Cello Duet (2006), A Summer in Italy (2007), Piano Opus (2009), Piano and Light (2011), Piano and Violin Duet (2011), Solo Piano Lullabies (2013), Life is … (2013), Impressions from Paris to Prague (2015), Piano and Night (2018).

Sebagai wujud penghargaan saya terhadap karya Brian Crain yang bikin meleleh, saya pernah menjadikan beberapa karyanya sebagai musik latar untuk self project rekaman puisi. Evergreen (album Northern Sky, 2000) misalnya, pernah saya gunakan sebagai musik latar puisi Sejejak Kamu dan Alhamdulillah berhasil memenangi juara kedua event lomba puisi ulang tahun LeutikaPrio yang keempat pada tahun 2015 silam.

 

Bagaimanapun, hasil karya saya masih jauh dari baik. Saya masih harus terus berkarya seperti halnya Brian Crain yang menyenangi musik lewat bersiul. … dan meskipun ia urung menjadi pemain baseball pro, kini ia justru kian berjaya di bidang musik. Ya, jalan hidup memang tidak pernah bisa ditebak. Terkadang kita perlu kejutan-kejutan untuk membuat hidup semakin manis dan berwarna, seperti halnya musik instrumental-nya Brian Crain.

Iklan