Menantikan AADC 2

Tag

, , , , , , ,

Cinta … cinta …, oh, cinta. Entah mengapa tema besar ini masih saja membuat sebagian besar penikmat film rela meluangkan waktu menonton (termasuk saya) *ngacung. Pertengahan Februari ini malah, saya menonton (lagi) film karya Miles Production. Tidak sengaja, sih. Pas sekalinya nyetel televisi, eh, ada Cinta dan Rangga. Aww! Langsung stay tune. Hihihi. Apa nggak bosan? Sayangnya, nggak. 😆  Padahal kalau dipikir-pikir film Ada Apa Dengan Cinta benar-benar baheula, ya. Saat film ini rilis saya duduk di bangku SMA, Rangga-Cinta juga. Nyambung, kan? *iya, kalau disambungkan, dan itu butuh ber-ratus-kilometer kabel bawah laut. 😛

aadc 2002

Meski jalan ceritanya secara umum seperti kebanyakan cerita klasik remaja—tadinya  sebel, karena sesuatu hal berubah jadi jatuh cinta, dengan banyak bumbu persahabatan di dalamnya—tapi, kolaborasi sentuhan Mira Lesmana, Rudi Soedjarwo, Melly Goeslaw, Dian Satrowardoyo, Nicholas Saputra, dan segenap pemain-kru film, bisa menyihir saya tetap suka, bahkan hingga 14 tahun kemudian. Please, jangan tanya mengapa.  Baca lebih lanjut

Iklan

Ant-Man, Jagoan Baru Marvel

Tag

, , , , , , , ,

Ant Man 2015, Marvel Studio

credit: IMDb

Judul film: Ant-Man
Sutradara: Peyton Reed
Genre: action, adventure, sci-fi
Produksi: Marvel Studio
Tanggal rilis: 17 Juli 2015 (Amerika Serikat)
Durasi: 117 menit

Scott Lang (Paul Rudd), seorang narapidana yang baru saja dibebaskan dari penjara San Quentin. Ia berniat kembali ke jalan yang benar. Ia lantas mendaftar bekerja di Baskin-Robbins. Sialnya, ia dipecat karena atasannya mengetahui jejak hitam masa lalu Scott. Ia dipecat dari pekerjaannya.

Di saat sulit itu ia tinggal bersama teman satu selnya dulu, Luis (Michael Pena). Di tempat tinggal Luis, ia diperkenalkan kepada dua orang: Dave (Clifford ‘TI’ Joseph Harris) dan Kurt (David Dastmalchian). Mereka tengah menyusun sebuah rencana pencurian. Saat Luis menawarkan rencana ini kepada Scott, ia menolaknya mentah-mentah. Prinsipnya tetap, ia ingin hidup sebagai orang baik-baik. Ia dituntut untuk menafkahi anak perempuan satu-satunya, tetapi tak ada yang mau memperkerjakan seorang mantan narapidana. Jadi, apa yang sebaiknya ia lakukan?

Sementara itu di lain tempat, Dr. Hank Pym (Michael Douglas) menghadiri undangan Darren Cross, mantan asisten penelitiannya. Dalam acara tersebut, Darren Cross (Corey Stoll) mengklaim telah menemukan sebuah teknologi bernama Yellow Jacket yang akan membantu para serdadu dalam menciptakan perdamaian dunia. Dengan setelan Yellow Jaket ini, para serdadu akan mengecil hingga seukuran serangga dan menyerang musuh dengan lebih akurat.  Baca lebih lanjut

Sado: Derita Seorang Putera Mahkota

Tag

, , , , , , , , , ,

The Throne, Sado, sageuk, Korean film

credit: AsianWiki

Judul film: Sado/The Throne
Sutradara: Lee Joon-Ik
Genre: drama, sejarah
Distributor: Showbox/Mediaplex
Tanggal rilis: 16 September 2015 (Korea Selatan)
Durasi: 125 menit

Tersebutlah Raja Yeongjo (Song Kang-Ho), memerintah kerajaan Joseon pada abad ke-18. Raja Yeongjo memiliki seorang Putera Mahkota (Yoo Ah-In) yang menderita tekanan mental. Karena penderitaan itu, ia sering berbuat di luar nalar. Sebagai hukuman atas perbuatan Putera Mahkota, raja mengurung ia di dalam peti beras.

Sebenarnya Putera Mahkota terlahir dengan bakat yang cemerlang. Sayangnya, bakat yang dimiliki oleh anak semata wayang itu melambungkan ambisi sang ayah. Di usia balita Putera Mahkota harus belajar di Sigang-won untuk menghapal kitab Hogyeong. Di usia 10 tahun, ia dinikahkan. Di usia masih senang bermain, ia dibebani dengan banyak sekali tuntutan ayahnya untuk terus menerus belajar, membaca buku, dan menghapal. Menurut ayahnya, bermain adalah kesenangan sesaat, sementara belajar adalah kesenangan seumur hidup. Meskipun Putera Mahkota lebih menyukai dunia seni, sebagai penerus tahta, mau tak mau ia harus mengikuti aturan istana.  Baca lebih lanjut

Keajaiban Bernama Marvella

Tag

, , , , , ,

Marvella, Trisomy-18, Edwards Syondrome

Judul: Marvella: Bayi Trisomy 18-ku Tercinta Keajaiban yang Tak Pernah Habis
Penulis: Ani Widia
Tebal: 220 hlm
Cetakan: Pertama, Juli 2015
Penerbit: Scritto Books Publisher
ISBN: 978-602-1659-61-8

Vella sungguh anugerah terindah yang dititipkan kepada keluarga dari Tuhan YME. Vella telah menjadi guru pengetahuan dan kebijaksanaan bagi ibunya dan orang-orang terdekat. Dan Vella-Vella yang lain sungguh Maha karya Tuhan dengan segala pesan yang disampaikan dengan berbagai cara.

Membaca pengantar Prof. Amitya Kumara dan memandangi wajah-wajah balita mungil—Vella  dan kesepuluh temannya—yang ditampilkan di sampul belakang buku ini, membuat batin saya trenyuh. Sebelum mulai membaca, saya beberapa kali bertanya demi meyakinkan diri sendiri, siapkah saya menghadapi apa yang nanti saya baca? Entah, mungkin karena saya mengenal penulis buku ini, Dr. Ani Widiastuti. Beliau adalah salah seorang guru saya saat menempuh studi S1. Itulah yang membuat saya agak gamang dan menunda membaca. Meski demikian, karena rasa penasaran dan keinginan untuk membagi apa yang mbak Ani tulis tentang putri kecilnya; saya pun memberanikan diri membaca kisah beliau.

Vella, demikian ia dipanggil, adalah putra kedua mbak Ani. Bayi perempuan cantik ini diberi nama Juliana Maria Marvella Vidyandaru. Vella terlahir istimewa. Tuhan menitipkan di tubuh Vella kelebihan satu kromosom di pasangan kromosom ke-18. Dalam dunia medis, kejadian ini disebut dengan istilah Trisomy-18 (T-18) atau Edwards SyndromeBaca lebih lanjut

Segera Rilis: I am Hope – Sebuah Harapan dan Impian

Tag

, , , , , , , , , , , ,

Salah satu hal penting yang bisa dinikmati dari sebuah karya film dan pementasan (apapun bentuknya) adalah pesan moral yang disampaikan. Lewat media audiovisual ini para sineas dalam negeri bekerja menelurkan karya terbaik mereka. Salah satunya, I am Hope.

teaser poster I am Hope the movie

Sinopsis

Mia (Tatjana Saphira), seorang gadis berusia 21 tahun, berkeinginan mewujudkan impiannya dalam bentuk sebuah pementasan teater. Dalam proses mencapai tujuan besarnya, langkah Mia terbentur batu sandungan. Ia divonis kanker seperti yang pernah merenggut nyawa ibundanya. Namun, ia berkeras hati. Dalam proses pengobatan, ia tetap berjuang mewujudkan impian itu. Meski tekanan ekonomi dan stres nyaris menghabisi kehidupannya, sekalipun sangat sulit, Mia bergeming.

Dengan bantuan ayahnya (Tio Pakusadewo), saudara perempuannya (Alessandra Usman), juga orang-orang lain di sekitar Mia, ia bertahan dan terus berjuang. Seperti apa perjuangan Mia, keluarga, dan orang-orang di sekitar yang peduli pada Mia? Akankah impian besar Mia terwujud sebelum takdirnya menjemput? Apakah ia akan menjadi salah seorang penyintas kanker? Temukan jawabannya di I am Hope.

Baca lebih lanjut